Senin, 30 Mei 2016

Inilah Tips Jitu Agar Sikecil Tidur Nyenyak Sepanjang Malam




Bayi yang baru lahir memiliki ritme tidur yang berbeda dari orang dewasa. Menurut para ahli tumbuh kembang anak, bayi yang baru lahir belum bisa membedakan siang dan malam, jadi kalo mau tidur atau bangun siang atau malam hari ya hanya dia yang tau.

Terkadang menjadi masalah cukup berat bagi para orang tua untuk mengikuti ritme tidur sikecil karena si bayi bisa tertidur disiang hari dan mengajak bermain pada saat dini hari. Jika orang tua merasa berat karena harus sering begadang semalaman sementara esoknya ahrus masuk kantor,  jangan galau dulu ya dengan sedikit upaya, bisa kok si kecil tidur semalaman.

Sebenarnya secara alamiah, pola tidur sikecil akan menjadi normal seiring dengan berjalanya waktu, tapi dengan beberpa tips sederhana, Bunda dapat mendorong agar sikecil lebih cepat beradaptasi dengan pola tidur normal. Bayi yang baru lahir biasanya memerlukan 16 jam untuk tidur dalam sehari semalam dengan 3-4 jam per sesi.

Pada saat usia si kecil menginjak 3 bulan, tidur malam si kecil biasanya dapat mencapai 5 jam persesi dan pada usia 6 bulan, tidur saat malam dapat menghabiskan waktu antara sembilan sampai 12 jam. Meski sebelumnya pola tidur sikecil tidak teratur, membiasakan jadwal tidur secara bertahap dapat membantu membiasakan konsistensi jadwal tidurnya.


1. Perbanyak aktifitas disiang hari. Pada saat sikecil terbangun disiang hari, perbanyak aktifitas yang melibatkan sikecil. Mengajak bermain, berbicara, bernyanyi si kecil diantara waktu tidur siangnya akan menstimulasi tidur malam yang lebih panjang. Tentu hal ini harus dilakukan secara proporsional, mengurangi tidur siang sikecil secara drastis juga tidak baik. Lakukan secara bertahap dan pelan-pelan.

2. Biasakan tidur dengan jadwal yang konsisten. Jika sudah masuk jadwal tidur tapi sikecil masih ngajak bermain, stimulasi dia dengan nyanyian, ayunan, atau pemberikan ASI untuk mempercepat waktu tidurnya. Situasi kamar yang nyaman dan sedikit temaram biasanya akan membantu mempercepat sikecil tertidur.

3. Jika sikecil terbangun malam hari karena lapar, berikan ASI dan kondisikan ruangan dengan lampu yang temaram, kondisikan agar gerakan dan suara bunda tetap lembut. Semua kondisi tersebut secara tidak langsung akan mengajari sikecil bahwa sekarang waktunya tidur, bukan bermain.

4. Sebelum sikecil memiliki konsistensi waktu tidur, orang tua juga harus sedikit membiasakan rutinitas pribadi. Ketidak teraturan jadwal tidur sibayi yang baru lahir adalah suatu yang alami dan tidak bisa dipaksa berubah dalam waktu yang singkat, sehingga penyesuaian rutinitas orang tua juga harus dilakukan.

Demikian beberapa tips sederhana untuk mensinkronkan jadwal tidur sikecil. Perlu difahami bahwa yang lebih penting dari proses ini bukan hanya membiasakan rutinitas tidur sikecil saja, melainkan orang tua harus berkomunikasi dengan cara memahami bahasa dan kebiasaan sikecil sehingga orang tua dapat membantu sikecil tidur lebih baik.



SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 29 Mei 2016

Inilah Macam - macam Keluhan Yang di Alami Oleh Ibu Hamil





Tidak ada salahnya jika para ibu mampu mencermati cara-cara praktis dalam mengatasinya agar tetap dapat berakvititas dengan lancar. Lalu apa saja yang biasanya menjadi hambatan para ibu?

1. Mudah Lelah

Mudah lelah adalah salah satu keluhan ibu hamil yang paling sering dirasakan. Pembentukan plasenta, perubahan kadar hormon dan metabolisme secara alami menyebabkan tubuh menjadi mudah merasa lelah. Anda dapat tiba-tiba merasa sulit tidur di malam hari atau justru menjadi selalu mengantuk sepanjang hari.

Jika kelelahan telah berdampak kepada produktivitas dan kerja Anda, cara-cara berikut dapat dicoba untuk mengurangi lelah :

  Tidurlah lebih awal di malam hari.
  Manfaatkan waktu istirahat siang sebagai saatnya tidur untuk membantu mengurangi rasa kantuk saat bekerja.
 Konsumsi makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang untuk menjaga kesediaan energi. Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur segar tiap hari.
 Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang sekiranya tidak sanggup Anda kerjakan sendiri, seperti mencuci dan menyetrika pakaian.
 Olahraga ringan secara teratur dapat membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup dan stabil.
 Mengatur kegiatan seefektif mungkin juga dapat menjadi kunci agar tubuh tidak mudah lelah saat hamil.

2. Keputihan

Meningkatnya kadar hormon estrogen dan aliran darah ke vagina membuat wanita hamil lebih sering mengalami keputihan. Cairan keputihan biasanya berasal dari vagina dan leher rahim yang mengandung sel-sel dari dinding vagina dan bakteri flora normal. Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat keputihan saat hamil, coba beberapa cara berikut ini :

  Jaga kebersihan vagina dengan membasuhnya dari depan ke belakang setelah buang air kecil.
  Kenakan celana dalam yang nyaman, tidak sempit, dan yang menyerap keringat.
 Hindari penggunaan celana yang ketat, sabun, pembersih vagina beraroma, serta tisu dan pantyliner beraroma.

3. Nyeri Ulu Hati

Nyeri atau rasa panas pada ulu hati atau perut bagian atas adalah salah satu keluhan ibu hamil yang sebenarnya umum terjadi pada sebagian besar ibu hamil, terutama di bulan keempat hingga menjelang persalinan. Situasi ini umumnya disebabkan oleh naiknya isi perut ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi. Nyeri ulu hati lebih berisiko terjadi pada ibu hamil karena beberapa kondisi berikut :

 Perubahan kadar hormon dapat berdampak kepada otot saluran pencernaan.
 Berubahnya toleransi perut terhadap makanan tertentu.
 Membesarnya rahim sehingga menekan perut bagian atas.

Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan nyeri ulu hati. Bagaimana cara mengurangi nyeri ulu hati? Saat makan, makanlah dengan perlahan-lahan dan dalam porsi-porsi yang kecil. Lebih baik makan lima kali sehari dalam porsi kecil dibandingkan tiga kali dalam porsi-porsi yang besar.

 Kurangi minum di sela makan.
 Hindari makanan pedas dan jenis-jenis makanan gorengan.
 Hindari langsung berbaring setelah makan. Selain itu, saat berbaring, gunakan bantal agar kepala berada lebih tinggi dari kaki.
 Gunakan pakaian yang longgar untuk menghindari tekanan pada perut bagian atas.
 Jaga agar tubuh tidak mengalami sembelit atau susah buang air besar.

Jika memang nyeri terasa tidak tertahankan, Anda dapat mengkonsultasikan kemungkinan konsumsi obat pereda asam lambung yang tidak membahayakan bayi dari dokter. Obat berbentuk cairan umumnya lebih efektif dibandingkan jenis lain.

4. Sakit Kepala

Perubahan bentuk tubuh dan hormon menyebabkan ibu hamil tidak jarang mengalamisakit kepala. Meski merupakan hal yang umum terjadi, namun banyak ibu hamil yang kebingungan karena khawatir obat sakit kepala berisiko membahayakan bayi. Berikut beberapa cara alami yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meredakan sakit kepala :

  Berbaring dan tempatkan kompres dingin pada kepala.
  Rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki atau aerobik ringan.
 Hindari pemicu sakit kepala yang mungkin dikenali, seperti akibat minum kopi atau makan makanan manis.
  Makanan dan istirahat teratur serta mengonsumsi cukup air mineral dapat mengurangi risiko sakit kepala.
  Kelola stres untuk menghindari sakit kepala akibat tekanan psikologis.
  Lakukan teknik relaksasi secara teratur, seperti mengikuti yoga, pijat, dan visualisasi.

Meski termasuk hal umum, tetapi sakit kepala parah yang tidak kunjung berhenti dapat menjadi pertanda penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

5. Kenaikan Berat Badan Tidak Terkendali

Umumnya wanita dengan berat badan ideal, saat hamil akan mengalami total kenaikan berat badan sekitar 11-16 kilogram dibandingkan sebelum hamil. Pertambahan berat badan yang menjadi salah satu keluhan ibu hamil ini sebenarnya menandakan bahwa jaringan tubuh bayi, cairan ketuban, dan kebutuhan pendukung lain sedang berkembang. Pertambahan berat badan kurang maupun lebih dari normal sama-sama berisiko menyebabkan gangguan pada ibu ataupun bayi. Bagaimana cara untuk menaikkan secara sehat saat hamil?

 Tambahkan mentega, keju, krim, susu tanpa lemak, ataupun paduan ekstra lain ke dalam menu harian.
  Konsumsi lima hingga enam porsi kecil makanan tiap hari.
  Bagaimana cara agar pertambahan berat badan Anda tidak berlebihan?
  Batasi konsumsi makanan dan minuman berkadar gula dan garam berlebih.
  Hindari konsumsi makanan cepat saji.
  Batasi konsumsi makanan ringan berkalori tinggi, seperti donat, keripik kentang, kue kering.
  Ganti menu dengan makanan sehat, seperti buah dan sayur segar.
  Olah makanan dengan cara lebih sehat, seperti mengukus dan merebus dibandingkan menggoreng.
  Berolahraga teratur seperti berjalan kaki atau berenang juga dapat membantu Anda mendapatkan pertambahan berat badan ideal secara alami.

6. Kaki Bengkak

Kaki bengkak saat hamil umumnya disebabkan oleh penumpukan kelebihan cairan pada tubuh yang disebut edema. Edema lebih sering dialami ibu yang mengandung anak kembar dan yang mengalami kelebihan cairan ketuban. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perubahan mekanisme tubuh untuk mengelola cairan. Selain itu pertumbuhan rahim juga menyebabkan tekanan pada pembuluh darah bagian bawah sehingga mengakibatkan melambatnya aliran darah dari kaki. Situasi ini menimbulkan penumpukan cairan pada tubuh bagian bawah. Anda bisa mencoba cara berikut untuk mengurangi gejala keluhan :

 Hindari menyilangkan kaki saat duduk. Sesekali berdiri, berjalan, dan regangkan kaki secara teratur saat duduk dalam waktu yang lama.
 Tempatkan kaki pada posisi lebih tinggi, seperti dengan menumpangkan kaki pada bangku kecil saat Anda duduk di meja kerja.
 Kenakan sepatu yang nyaman. Hindari mengenakan kaos kaki yang ketat terutama pada bagian pergelangan kaki.
  Konsumsi banyak air mineral untuk mengurangi risiko tubuh menyimpan cairan.
  Konsumsi makanan sehat dan sebisa mungkin hindari makanan cepat saji.
  Biasakan olahraga teratur seperti berjalan kaki tiap hari.

Pada umumnya situasi ini dapat mereda dengan sendirinya setelah persalinan. Tetapi untuk mendeteksi preeklamsia sejak dini, segera periksakan diri jika terjadi pembengkakan secara tiba-tiba pada kaki dan pergelangan kaki serta wajah.

7. Mual dan Muntah

Mual dan muntah adalah kondisi yang paling sering dialami wanita hamil. Perubahan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen, sensitivitas terhadap bau-bauan, perut yang lebih sensitif serta stres dapat menjadi penyebab umum kepada mual dan muntah saat hamil.

Beberapa cara berikut dapat dicoba untuk membantu meringankan rasa mual dan muntah :

  Hindari berbaring setelah makan, terutama berbaring menyamping ke kiri.
  Konsumsi makanan dalam porsi kecil-kecil, tapi sering, dan makanlah perlahan-lahan.
  Pilih makanan yang berkadar protein tinggi untuk meredakan gejala.
 Untuk mengurangi risiko mual di pagi hari, bangunlah secara perlahan-lahan dengan duduk terlebih dulu dan tidak langsung berdiri setelah berbaring. Jika ada, Anda dapat mengonsumsi sedikit biskuit sebelum berdiri.
 Hindari makanan berlemak, makanan pedas, gorengan, serta makanan yang mengandung asam yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
 Sebisa mungkin hindari makanan yang aromanya memicu mual. Untuk mengakalinya, cobalah untuk menyantapnya saat suhu makanan sudah dingin dan tidak terlalu mengeluarkan aroma yang kuat.
  Sikat gigi dan kumur setelah makan.
  Minumlah banyak air mineral, tapi hindari minum secara sekaligus. Minum menggunakan sedotan mungkin membantu mengurangi mual.
 Minum minuman elektrolit yang mengandung banyak glukosa, garam, danpotasium dapat membantu mengembalikan elektrolit setelah berkali-kali muntah.
  Hindari penyebab mual selain makanan, seperti aroma parfum, berkendara, sinar terang.

Keluhan-keluhan ibu hamil tidak boleh disepelekan, terutama segera konsultasikan kepada dokter jika muntah berlangsung secara terus-menerus dan tidak mereda. Waspadai bahwa kekurangan nutrisi dan cairan dapat membahayakan kesehatan bayi.



SEMOGA BERMANFAAT!


Jumat, 27 Mei 2016

Inilah Perubahan Fisik Wanita Setelah Melahirkan




Melahirkan merupakan sebuah peristiwa istimewa yang dialami seorang wanita. Dibalik itu, tidak jarang wanita yang terkejut dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya.

Pada saat melahirkan, tubuh melakukan serangkaian proses yang akan menguras energi. Setelah proses itu selesai, tubuh akan mulai menyesuaikan diri untuk pemulihan. Namun jangan kaget jika Anda kemudian merasakan hal yang tidak biasa.


Sebagian besar wanita yang melahirkan untuk pertama kali tidak menyangka harus menghadapi serangkaian hal baru pada tubuhnya. Berikutini adalah beberapa perubahan pada bagian tubuh yang mungkin akan dialami :

1. Vagina & saluran kemih

Setelah melahirkan, Anda mungkin merasakan perubahan seperti vagina yang merenggang dan lebih sensitif. Selain itu, bagian intim Anda akan mulai mengeluarkan cairan yang sebagian besar terdiri dari darah selama beberapa minggu. Jika Anda tidak menyusui, jadwal haid Anda akan kembali normal sekitar 7-9 minggu setelah melahirkan. Namun jika Anda menyusui, normal jika Anda tidak akan mendapat haid selama beberapa bulan mendatang.

Yang juga sering dikeluhkan adalah kesulitan menahan buang air kecil (BAK) setelah melahirkan atau inkontinensia post-partum. Hal itu terjadi lantaran saraf pada vagina mengalami mati rasa. Tidak hanya melahirkan normal, wanita yang melahirkan melalui operasi caesar juga kemungkinan mengalami hal ini. Namun, biasanya saraf akan kembali normal dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Sementara itu, Anda dapat menggunakan pembalut dan lebih sering ke toilet.

Untuk membantu memperkuat otot panggul bawah, Anda dapat melakukan latihan Kegel. Hindari gerakan olahraga yang berlebihan dan terutama mengangkat beban berat.

Sekitar 3-4 minggu setelah melahirkan, Anda dapat kembali berhubungan seksual. Namun jika Anda menyusui, ada kemungkinan vagina Anda terasa kering sehingga membuat Anda kurang nyaman. Jika perlu, gunakan pelumas vagina yang dapat membantu memperlancar hubungan intim Anda.

2. Perut

Tidak jarang wanita yang berpikir, perut akan segera kembali ke ukuran normal setelah melahirkan. Benar, tapi akan membutuhkan waktu. Dibutuhkan sekitar 1.5-2 bulan sebelum rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.

Jika di sekitar perut Anda timbul stretch mark yang berwarna kemerahan, maka setelah melahirkan warnanya akan berubah berwarna seperti perak. Selanjutnya makin samar dan menyatu dengan warna kulit Anda, meski tidak benar-benar hilang.

Cobalah untuk menjalani pola makan sehat dan olahraga yang berfokus pada perut, seperti sit up. Gerakan yoga tertentu dapat membantu kondisi perut kembali seperti semula. Sebelumnya, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu pola makan dan gerakan olahraga yang disarankan.

3. Payudara

Payudara Anda kemungkinan akan tampak memerah, bengkak, terasa sakit dan penuh dengan air susu sekitar 1-2 hari setelah melahirkan. Pada hari ke 3-4, setelah bengkak berkurang, payudara akan tampak mengendur. Payudara Anda juga akan memproduksi banyak air susu selama beberapa minggu ke depan, sehingga sebagian besar wanita mengalami kebocoran pada pakaian yang dikenakan.

Cara sederhana mengatasinya adalah dengan menyusui. Jika Anda tidak menyusui, perah air susu, namun jangan sampai kosong. Hal ini dikarenakan secara alami saat payudara kosong, tubuh akan memproduksi kembali. Selain itu, Anda dapat menempelkan bantalan kompres yang dingin atau daun kubis. Jika nyeri berlanjut selama beberapa hari, tanyakan kepada dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala penyakit lain, misalnya infeksi payudara.

Banyak yang mengharapkan dapat memiliki bentuk payudara yang besar setelah melahirkan dan menyusui. Kenyataannya, tidak jarang yang mengalami bentuk payudara yang kendur dan juga lebih kecil setelah melahirkan dan menyusui.

4. Kaki

Pembengkakan kaki yang disebut edema ini tergolong normal. Setelah melahirkan, rahim mendorong darah beredar ke seluruh tubuh. Ditambah lagi, cairan infus saat melahirkan untuk sebagian wanita. Darah dan cairan infus kemudian terkumpul di kaki dan di tangan sebagai sebuah kondisi yang dapat terjadi sekitar satu minggu setelah melahirkan.

Untuk membantu kaki lebih nyaman, Anda dapat mengenakan alas kaki yang longgar atau menggunakan sepatu dengan satu nomor lebih besar dibandingkan ukuran normal.

5. Rambut

Normalnya rambut akan mengalami kerontokan sekitar 100 helai per hari, namun tidak demikian pada wanita hamil. Sebagian besar wanita hamil akan merasakan rambut yang lebih tebal dan bercahaya. Sayangnya setelah melahirkan, kondisi rambut akan kembali normal. Tubuh secara alami akan melepaskan kelebihan helai rambut yang diperoleh selama kehamilan.

Hal ini disebabkan menurunnya kadar estrogen kembali ke kadar normal usai melahirkan. Jangan khawatir, biasanya ini terjadi hanya sekitar 3-4 bulan setelah melahirkan dan rambut akan kembali normal dalam jangka waktu 6-12 bulan.

6. Kulit

Sebagian wanita hamil mengalami perubahan warna kulit di sekeliling mata atau tumbuh jerawat yang lebih banyak dari biasanya. Setelah melahirkan, warna gelap atau jerawat akan segera berkurang. Meski demikian, ada sebagian wanita yang mengalami ruam merah di sekitar mulut dan pipi, atau kulit yang sangat kering. Kondisi ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.


Memiliki bayi yang baru lahir bisa dibilang akan menghabiskan sebagian besar waktu Anda, namun jangan lewatkan jadwal pemeriksaan pasca-melahirkan ke dokter. Biasanya dilakukan pemeriksaan sekitar 6-8 minggu setelah melahirkan.

Pada saat pemeriksaan, Anda dapat meminta saran dokter mengenai berbagai hal, mulai dari keluhan fisik hingga emosi. Anda juga dapat mendiskusikan alat kontrasepsi, mengingat  Anda dapat segera hamil sekitar tiga minggu setelah melahirkan jika berhubungan seks tanpa alat kontrasepsi.

Proses melahirkan akan mengubah tubuh seorang wanita. Dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga ringan, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan. Namun jika Anda merasa ada hal yang mengganggu, konsultasikan kepada dokter secepatnya untuk mendapatkan saran terbaik.



SEMOGA BERMANFAAT!


Rabu, 25 Mei 2016

Berapa Jumlah Air Yang Harus di Minum Saat Menyusui




Saat bunda menyusui secara tidak langsung bunda memberikan cairan tubuh kepada si kecil dalam bentuk ASI. Inilah yang menyebabkan kenapa selama menyusui, bunda perlu mendapatkan cairan ekstra dibanding saat sedang tidak menyusui. Prinsip dasarnya, jumlah cairan yang bunda keluarkan termasuk dalam bentuk ASI harus sebanding dengan jumlah cairan yang dimasukan.

Rata-rata anak bayi usia 6 bulan mengkonsumsi air susu ibu sekitar 950 ml setiap harinya, dan 90 persen komponen ASI adalah air, hal ini adalah gambaran kasar akan kebutuhan tambahan cairan bagi ibu menyusui. Para ahli laktasi merekomendasikan bunda untuk menambah sekitar 4 gelas cairan diluar rekomendasi kebutuhan dasar yang mencapai 8 gelas per hari.

Harap diingat bahwa hal ini bukan berarti semakin banyak bunda minum air akan semakin banyak produksi susu. Hasil penelitian mengungkap, memaksakan minum cairan dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menurunkan produksi air susu.


Berikut adalah saran tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu menyusui agar mereka tidak mengalami dehidrasi :

• Biasakan untuk membawa botol minuman kemanapun ibu menyusui pergi, dan selalu siapkan segelas air didekat ibu yang sedang menyusui.

• Minum cukup air ketika sedang haus dan tambahkan sedikit dari biasanya. Harap diingat, haus bukan satu-satunya indikator tubuh kurang cairan.

• Hindari konsumsi minuman berkafein. Selain kandungan kafein yang bisa masuk kedalam ASI dan tidak bagus untuk bayi, kafein berperan sebagai diuretik atau pemicu buang air kecil.

• Konsumsi setidaknya 8 gelas air putih plus ekstra beberapa gelas setiap harinya untuk memastikan ibu menyusui cukup cairan.

Selama bunda membiasakan minum 8 gelas cairan plus beberapa gelas tambahan, bunda tidak perlu khawatir kekurangan cairan tubuh selama menyusui.

Air putih vs minuman lain untuk bunda menyusui

Air putih menempati urutan pertama sebagai sumber cairan yang direkomendasikan para ahli untuk ibu menyusui. Jika bunda ingin mengkonsumsi jenis minuman lain seperti sirup atau jus, batasi jumlahnya karena umumnya jenis minuman tersebut mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga berpotensi menaikan berat badan.

Alternatif lainnya ibu menyusui dapat menambahkan sari buah alami kedalam air putih, misalnya perasan lemon. Jika bunda sering minum jus, sebaiknya jus dilarutkan dengan air untuk menurunkan kadar gulanya. Jus buah memang kaya akan vitamin namun miskin nutrisi lainya sehingga konsumsinya harus dibatasi.

Minuman bersoda dan teh sebaiknya juga di kurangi, jika tida bisa dihindari sama sekali. Minuman bersoda umumnya juga mengandung gula tinggi, sedangkan teh mengandung alkaloid yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh ibu menyusui.


Saat ibu menyusui kurang mengkonsumsi cairan, hormon yang terlibat dalam produsi air susu ibu akan mengatur proses sedemikian rupa sehingga tidak akan terlalu mempengaruhi volume air susu yang diproduksi, namun kurang asupan cairan pada ibu menyusui dapat memicu terjadinya sembelit, merasa lemas, dan menurunnya konsentrasi.

Ibu menyusui harus esktra waspada dengan gejala-gejala tersebut, dan segera menambah asupan cairan begitu tanda-tanda tersebut muncul. Salah satu indikator sederhana dari kondisi cairan tubuh adalah warna urin, jika urin tidak berwarna atau kuning pudar, menandakan mereka cukup cairan, sebaliknya jika warna urin cenderung lebih gelap, hal itu menandakan ibu menyusui perlu segera menambah asupan cairan.



SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 24 Mei 2016

MAnfaat Relaksasi Persalinan Membuat Ibu Lebih Siap Melahirkan




Siapa yang tidak kenal relaksasi, meski tidak begitu memahami pengertian berdasarkan istilah secara rinci mengenai rileksasi akan tetapi rileksasi adalah proses yang umum dilakukan ketika seseorang sedang mengalami lelah degan aktivitas yang membebaninya sehingga melakukan cara yang membuat tubuhnya tenang dan siap beraktivitas kembali.

Sedangkan menurut pengertian relaksasi adalah cara diri mengelola cemas ataupun stres melalui otot dan syaraf yang bersumber pada objek tertentu. Sehingga relaksasi adalah aspek fisik dan psikis manusia sehingga dengan melakukan rileksasi maka tubuh akan ada dalam kondisi seimbang, dalam keadaan tenang dan otot mengalami rileks dengan tubuh yang nyaman.

Sebenarnya relaksasi dilakukan oleh semua umur bahkan dalam proses relaksasi dikenal empat langkah yaitu menemukan suasana yang tenang, membuat otot kendor menjadi lebih sadar, memusatkan pada perangkat mental dan terakhir adalah menerima sikap pasif pada pikiran yang sedang tenang.

Salah satu yang membutuhkan rileksasi adalah ibu hamil. Apalagi ibu hamil menjelang persalinan. Ibu hamil cenderung lebih tegang mempersiapkan diri menghadapi persalinan sehingga lebih tidak terfokus pada ketenangan yang harusnya dipersiapkan menjelang persalinan. Memiliki jiwa yang tenang akan lebih baik melancarkan persalinan.  Pada artikel kali ini tim bidanku akan memberikan informasi mengenai relaksasi menjelang persalinan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Tujuan dilakukan relaksasi agar ibu lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan dan proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.


Pikiran dan perasaan yang tenang harus dipersiapkan dalam menjalani kehamilan. Perasaan yang seringkali membuat ibu hamil takut, tegang dan cemas pada saat kehamilan akan memicu stress dan kesehatan janin akan menjadi korban. Sehingga sebaiknya anda menggunakan cara untuk mengurangi perasaan yang berlebihan yang ada pada diri dengan melakukan relaksasi. Relaksasi dapat anda lakukan di sela sela waktu sibuk anda. Bahkan relaksasi dapat dilakukan ketika anda membutuhkan suasana baru. Sehingga tujuannya dapat membuat saraf menjadi kembali tenang.


Menghadapi momen paling penting bagi ibu hamil adalah persalinan. Persalinan membutuhkan persiapan yang matang untuk menjaga keselamatan ibu dan janin. Sehingga untuk membuat diri lebih tenang dibutuhkan relaksasi menjelang persalinan. Relaksasi persalinan akan membantu anda dalam memudahkan persalinan dan membuat janin lahir tanpa adanya kendala. Sama seperti teknik lainnya bahwa teknik relaksasi yang dilakukan dapat menenangkan otot yang tegang. Relaksasi relaksasi menjelang persalinan sangat mudah dilakukan Ibu hamil dapat terlebih dahulu mengenali ketegangan otot setelah itu ketegangan pada perut dan melakukan seni melepas ketegangan oleh ibu hamil.

Ibu hamil dapat memulainya dengan memusatkan perhatian pada bagian tubuh. Kemudian berkonsentrasi pada bagian yang tegang dan melepasnya secara perlahan. Ibu hamil dapat melakukannya sebari menarik nafas dalam dan membuangnya dengan menghembus nafas. Kondisi ini akan membuat ibu hamil mengalami relaksasi yang cukup baik dalam pikiran maupun tubuh ibu hamil.

Dengan konsentrasi maka ibu hamil dapat dengan mudah melakukan relaksasi. Bahkan anda dapat meminta bantuan suami anda untuk melakukan relaksasi. Melakukan relaksasi dengan suami anda akan membuat anda lebih tenang dan meningkatkan rasa percaya diri anda menghadapi persalinan.

Bantuan yang mendukung relaksasi menjelang persalinan selanjutnya adalah audio yang lambat dan juga menyenangkan. Anda bisa membuat rileks dan menemukan suara yang dapat membantu gerakan rileksasi tercipta lebih dinamis.


Menjelang persalinan anda dapat melakukan beberapa relaksasi. Relaksasi yang sering dilakukan untuk mempersiapkan diri menjelang persalinan adalah jenis-jenis relaksasi seperti di bawah ini.


1. Relaksasi Pasif

Jenis relaksasi yang mudah dan umumnya dapat dilakukan oleh ibu hamil. Anda dapat melakukannya sendiri dengan mengikuti intruksi yaitu melakukan posisi berbaring dengan nyaman kemudian anda menyamping atau semi duduk selanjutnya kepala atau seluruh tubuh diberikan ganjalan bantal atau dinding. Selain itu pastikan anda menyediakan cukup waktu mencari posisi yang nyaman.

Apabila anda sudah menentukan posisi yang nyaman selanjutmya adalah dengan memusatkan perhatian anda pada bawah ibu jari dan kaki. Sedikit demi sedikit kendurkan, anda dapat merasakan hingga menemukan kenyamanan. Masih pada pergelangan kaki anda dapat membayangkan terasa lemas dan kendur dan membuat pergelangan menjadi rileks. Selanjutnya perhatian anda fokuskan pada area betis. Sehingga otot-otot betis terasa rileks. Lakukan perhatian yang sama pada bagian lutut. Jangan menahan bagian tungkai dan rasakan nyaman yang anda inginkan.

Bahkan pemusatan pada bagian perineum akan membantu rileks yang diharapkan pada saat persalinan. Anda dapat mengendurkan dengan rileks,tidak tegang dan nyaman. Pada saat persalinan normal jaringan perineum akan membuka dan memberi jalan pada bayi. Pada kondisi anda rileks maka perineum akan lebih tenang dan memberi jaringan lahir untuk memudahkan bayi lahir.

Begitu pula pada bagian punggung bawah dan bagian atas sehingga menjadi rileks. Kenyamanan dapat dimulai dengan menarik napas panjang kemudian hembuskan perlahan. Pada kondisi rileks akan mengalirkan pada bagian paru-pari pada jaringan tubuh menjadi efektif.

2. Perhitungan Relaksasi

Perhitungan relaksasi adalah dengan memperaktikan perhitungan relaksasi. Salah satu contohnya adalah ketika anda melakukan rileksasi menarik napas lewat mulut kemudian lepas secara perlahan di seluruh tubuh. Dengan menggunakan perhitungan napas yang lambat pada awal dan rileks setelah hembusan napas dilakukan.

Anda dapat melakukan dimulai dari kepala, leher dan bahu. Kemudian dilanjutkan pada lengan, tangan dan jari. Selanjutnya pada bagian dada dan perut kemudian pada punggung dan perineum bahkan pada tungkai, jari dan kaki. Anda dapat membantu dengan memaksimalkan kemampuan bernapas untuk persiapan persalinan.

3. Relaksasi Sentuhan

Pada relaksasi sentuhan anda dapat dibantu oleh suami anda. Relaksasi sentuhan adalah relaksasi yang menyenangkan sehingga mendapatkan kondisi tenang dan nyaman. Anda bisa meminta bantuan pasangan anda untuk mengkontrasikan otot pada tubuh. Minta pasangan anda dalam menyesuaikan jari dan lekuk tubuh tanpa menekan kemudian konsentrasi untuk membuat ketegangan hilang.

Jenis sentuhan yang dapat dilakukan oleh suami membantu relaksasi persiapan persalinan adalah sentuhan diam. Anda meminta pasangan anda untu menahan tangan dengan kuat kemudian pada bagian tubuh yang tegang berubah menjadi rileks. Sentuhan yang berupa tekanan adalah dengan memberikan tekanan dengan menggunakan jari dan telapak tangan secara lembut.Anda dapat meminta untuk melepaskan tegangan dan memberikan respon pada saat otot anda tegang. Sentuhan pada bagian perut akan membuat ibu menjadi rileks.Dengan memberikan sentuhan ringan pada bagian tubuh yang tegang maka ibu hamil lebih merasakan tenang.




SEMOGA BERMANFAAT!

Inilah Nutrisi Yang Harus di Hindari Ketika Dalam Masa Kehamilan



Makanan merupakan faktor yang penting guna membentuk sebuah kehamilan yang sehat. Dengan makanan yang memiliki nutrisi dan gizi yang cukup dapat menjadikan ibu hamil senantiasa fit dan sehat dalam menjalani kehamilannya. 

Selain itu janin yang sedang dikandungnyapun akan mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga diharapkan ketika lahir menjadi seorang bayi yang sehat pula. Ingatlah bahwa perkembanga bayi dalam kandungan anda tergantung dari apa yang anda makan selama ini. Untuk mendapatkan makanan yang baik dan sehat, diperlukan prinsip-prinsip makanan yang baik.

Dalam menentukan makanan ini, biasanya juga banyak sekali muncul pertanyaan dikalangan ibu hamil tentang makanan apa saja yang boleh dan yang sebaiknya dihindari yang beresiko atau bahkan tidak boleh sama sekali selama masa kehamilan, dan juga kenapa makanan itu boleh dan tidak boleh. 


1. Jangan makan daging mentah(sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandung Toksoplasmosis sebuah parasit yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin anda dan juga  Ecoli yang berbahaya bagi ibu hamil.

2. Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik, oleh karena itu bersihkan sayuran dengan baik, apalagi untuk salad atau lalapan yang di makan mentah. Hindari juga kotoran kucing atau bermain-main dengan kucing karena mengandung toksoplasmosis.

3. Jangan makan daging ayam dan telur yang di masak kurang matang atau mentah, hindari makanan hati ayam atau daging yang mungkin sumber salmonella yang dapat menyebabkan diare  yang berat pada ibu hamil. Juga harus di perhatikan piring, alat-alat masakan yang terkena daging ayam mentah ini untuk dicuci.

4. Ikan tuna steak, ikan sea bass, shark, atau ikan-ikan berukuran besar yang diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jika dimakan dalam  jumlah yang besar.

5. Keju lunak seperti brie dan camembert, blueveined, cheese juga keju dari susu kambing dan domba, serta jangan minum susu yang tidak di pasteurisasi. Semua produk ini mempunyai resiko      membawa listeria. Listeria tipe bakteri yang mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin. Listeria dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan keracunan dalam darah. Sebaiknya hindari makanan jenis ini sampai melahirkan bayi anda.

6. Jangan minum-minuman yang mengandung alkohol karena dapat menyebabkan kelainan perkembangan pada janin dan juga problem emosional pada bayi.

7. Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh, sebaiknya dihindari atau di batasi karena kopi dapat mempengaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan juga bisa mengurangi  penyerapan zat besi.




SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 15 Mei 2016

5 Bahaya Duduk Terlalu Lama Bagi Ibu Hamil




Bahaya duduk terlalu lama bagi ibu hamil belum banyak diketahui oleh ibu hamil, ibu yang sedang hamil memang suka duduk dibandingkan dengan berjalan-jalan. Beragam alasan yang menyertai kebiasaan mereka tersebut misalnya saja adalah  badan terlalu pegal untuk berjalan, badan sudah tidak nyaman untuk berjalan, tuntutan pekerjaan dan masih banyak lagi lainnya. Ibu hamil sebaiknya menghindari terlalu banyak atau terlalu lama duduk sebab membahayakan.

Aktivitas berbahaya untuk ibu hamil tidak hanya yang kita sadari saja. Mungkin ibu hamil sering mengabaikan tentang bahaya duduk terlalu lama atau memang ibu tidak mengetahuinya. Saat ini, pekerjaan seorang wanita ada yang menuntutnya untuk duduk berlama-lama mengerjakan pekerjaannya misalnya saja sekretaris, front office, dan lain sebagainya.  


1. Terlalu Banyak Tekanan

Tubuh ibu hamil cenderung lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan sebelum hamil. Oleh sebab itu ketika ibu hamil terlalu banyak duduk akan menghasilkan tekanan berlebih terutama pada bagian pinggul ke bawah. Tekanan yang terlalu berlebihan tersebut bisa sangat berbahaya bagi pembuluh darah ibu hamil. Alasannya adalah pembuluh darah juga akan tertekan, jika tertekan ibu hamil itu akan merasakan kram terus menerus.

2. Pembekuan Darah

Sama halnya dengan bahaya sering emosi saat hamil dan ibu hamil begadang, Pada kasus kehamilan, pembekuan darah sangat tidak baik untuk kesehatan janin yang ada di dalam perut ibu hamil. Alasannya adalah janin membutuhkan asupan oksigen yang cukup selain itu pembekuan darah bisa menyebabkan aliran darah tidak bisa mengalir. Oleh sebab itu janin yang ada di dalam rahim ibu hamil bisa mengalami kematian mendadak di dalam rahim. Orang yang mengalami pembekuan darah perlu disuntik selama berapa jam sekali agar aliran darah tetap normal.

3. Aliran Darah Menumpuk Ke Kaki

Ibu hamil yang terlalu lama duduk bisa menyebabkan aliran darah menumpuk ke kaki. Hal tersebut sangat tidak bagus untuk kesehatan janin yang ada di dalam rahim sebab aliran darah menuju ke rahim menjadi terhambat. Dengan sering berjalan kaki atau melakukan senam peredaran darah menjadi lancar kembali. Namun jika ibu hamil tidak kuat untuk melakukan senam atau jalan-jalan sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri sebab kaki akan semakin memiliki banyak tekanan.

4. Tekanan Di Bagian Tulang Belakang Meningkat

Jika terlalu banyak duduk ibu hamil akan semakin menekan bagian tulang belakangnya. Padahal selama kehamilan, tubuh terutama tulang punggung sudah semakin mengalami pengeroposan. Perut yang semakin membuncit dan badan yang semakin membesar ditopang oleh tulang punggung. Tekanan yang meningkat saat duduk akan menyebabkan ibu yang sedang hamil akan mudah terkena pengeroposan tulang terutama bagian tulang punggung.

5. Menekan Bayi


Bahaya kebiasaan duduk bagi ibu hamil juga dapat berdampak pada kesehatan janin dalam kandungannya. Salah satu dampak buruk akibat terlalu lama duduk adalah akan menekan bayi yang ada di dalam rahim. Jika bayi terlalu lama ditekan, bayi tidak mudah bergerak dengan bebas. Hal seperti itu akan membahayakan bagi tubuh bayi yang ada di dalam kandungan. Bayi yang tidak bisa bergerak dengan bebas bisa lemas di dalam kandungan. Selain duduk,posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil juga dapat memberikan efek seperti menekan bayi dan timbulnya prematur.



SEMOGA BERMANFAAT!